Kamis, 21 Februari 2013

SUDAH OPTIMISKAH KITA ?

Membangun sikap optimistis
Semua orang dipastikan pernah merasakan pesimistis ketika menghadapi sebuah kondisi. Itu sebenarnya normal. Tapi bagi Anda yang menginginkan karir Anda yang lebih baik, sikap pesimistis harus dibuang. Pesimisme bisa menghancurkan masa depan Anda sendiri. Gantilah sikap pesimistis dengan optimis.
Memlihara sikap optimistis sama saja dengan berjalan di atas tangga menuju kesuksesa. Sikap optimistis berkontribusi besar bagi kesuksesan karir Anda. Segeralah lakukan perubahan ketika Anda menghadapi persoalan. Ke depankanlah optimisme dalam menghadapi segala persoalan hidup dalam pekerjaan. Mengutif pakar psikologi Chrisopher Peterson dari University of Michigan, “tidak ada pernah kata terlambat untuk menjadi seorang pribadi yang penuh dengan optimisme. Lakukanlah sekarang jug. Ubah sikap hidup pesimistis menjadi optimistis”.
Sikap optimistis dipercaya membuat Anda percaya bahwa sesuatu keondisi yang beuruk bukanlah akhir dari segalanya. Selain itu, optimistis mampu memupuk harapan Anda untuk terjadinya sesuatu yang positif di hari esok. Anda yang memiliki sikap optimistis akan punya keyakinan bahwa diri Anda tidak selemah yang Anda dan orang lain pikirkan., dengan optimistis persoalan sepelik apapun akan mudah dihadapi dengan baik. Orang yang tidak punya bakat sekalipun akan mampu mengukir prestasi gemilang. Dengan kata lain, optimisme membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Sebenarnya banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk membangun sikap optimistis ini. Berikut ini ada beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menumbuhkan sikap optimisme.
Pertama, berilah hadiah pada diri Anda ketika Anda berhasil mendapatkan kesuksesan (kesukseasan kecil atau besar). Anda mungkin kerap memberikan hadiah kepada anggota keluarga, saudara, atau teman Anda, tetapi Anda sering lupa untuk memberikan hadiah kepada diri sendiri. Berikanlah hadiah ketika Anda brhasil dalam segala hal misalnya saja Anda berhasil mengerjakan pekerjaan tepat waktu dengan baik. Anggaplah itu sebuah kesuksesan yang sudah diraih. Sudah sepantasnya jika Anda memberikan hadiah atau merayakannya. Memberi hadiah tak harus mahal. Anda bisa membahagiakan diri Anda dengan cara makan diluar dengan menu kesukaan Anda, tetapi harga super hemat. Yang jelasa dengan hadiah itu Anda bisa bahagia. Percaya atau tidak dengan cara ini anda akan terdorong untuk menuaiprestasi yang lainnya. Sebaliknya ketika Anda melakukan kesalahan, Anda bisa “menghukum” diri Anda sendiri.
Kedua. Selektif dalam memilih teman dan bacaan. Sikap optimistis bisa ditularkan. Jika Anda banyak bergaul dengan orang optimistis, besar kemungkinan Anda juga akan menjadi orang yang optimistis. Pilih-pilihnlah dalam mencari teman. Pilihlah bacaan yang bisa menumbuh kembangkan sikap optimistis Anda.
Ketiga fokuslah pada hal-hal positif ketika orang lain. Dengan banyaknya melihat hal positif pada diri orang lain, Anda akan banyak belajar dari orang lain. Andapun bisa termotivasi untuk bisa berbuat yang sama. Termasuk juga jangan  pernah lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah membanut Anda. Kalimat pendek yang satu ini bisa membantu Anda lebih fokus terhadap  hal-hal positif dan benar dalam kehidupan.
Selamat mencoba, sukses selalu bagi Anda! (Suhendi, dosen di Stikom Bandung serta pemerhati pendidikan dan pengembangan SDM).***

Tulisan ini saya kutip karena suruhan Ketua Bidang Akademik 1 STAI Siliwangi (H. Muslih Qurtubi) dari sebuah majalah/koran.

Semoga Bermanfaat

UPAYA ORANG TUA AGAR ANAK TIDAK BOHONG

KENAPA ANAKKU BERBOHONG TERUS

Hari libur yang biasanya menyenangkan buat keluarga Dendy Nurman (49), suatu ketika menjadi hari yang amat suram. Ia marah besar, karena dibohongi oleh putra semata wayangnya Harry (15); Secaratidak sengaja, ia mengamati bahwa motoranaknya berbeda. "Ketika saya tanyakan, ia keukeuh bilang itu motornya, tetapi saya tahu persis itu bukan motor milik kami, yang kemudian diganti dengan knalpot bising. Bukan karena soal motor itu yang membuat saya marah, tetapi lebih karena kebohongannya," kata Dendy. Menurut karyawan swasta ini, kebohongan sudah berkali-kali dilakukan Harry. Ia bingung mencari cara agar anaknya bisa berlaku dan, berkata jujur.
Dalam acara televisi reality show yang dipandu Uya Kuya beberapa waktu lalu,ditampilkan seorang remaja putra yang dihipnotis agar menjawab secara jujur semua pertnyaan. Ia mengaku sudah mencuri uang ibunya, berpacaran kendatipun tidak boleh, bolos sekolah, dan terlibat tawuran. Ketika dibebaskan dari pengaruh hipnotis, saat ditanya pertanyaan sama, jawabannya membuat penonton tertawa tergelak-gelak- Dengan mantap ia menjawab semua pertanyaan dengan “tidak pernah”.
Remaja putra yang dihipnotis dalam acara televisi di ata kemudian mengaku berbohong karena sangat takut pada orang tua. “kalau saya jujur, pasati saya digampar (ditampar) ibu, katanya.
Mengapa berbohong?
Penasaran mengapa remaja-remaja kita yang kita dulu polos dan jujur berubah sikap? Mari dengar beberapa curahan hati mereka. Yanti (16), pelajar kelas XI salah satu SMA negeri Bandung mengaku terpaksa berbohong, untuk mencari iman dari omelan orangtua. "Ibu dan ayahku ketat sekali. Pulang sekolah harus tepat waktu, kecuali ada les tambahan. Sesekali aku juga pengen nonton bareng teman-teman sekolah. Jadi, aku bilang saja les, padahal pergi nonton," katanya.Takut bentrok atau dimarahi orang tua jika berkata jujur juga diakui oleh Perwita (15), pelajar SMP yang ditemui tengah berjalan-jalan dengan seorang teman prianya di salah satu mal di  gandung, sekitar pukul 10.00 WIB, atau selepas sekolah. "Saya bilang lagi mengerjain tugaskelompok," katannya tertawa. Jika berterusterang tentang kegiatan santainya ini, Perwitayakin "dunia bisa kiamat"."Individu berbohong untuk menutupi kesalahannya. Sekali berbuat kebohongan, maka iaakan melakukan kebohongan lain untuk menutupi kebohongan sebelumnya. Akan tetapi, ketika terlalu banyak berbohong, sebenarnya kitabisa melihat bahwa ia melakukan banyak kebohongan," ujarnya.
Upaya orangtua
Semua orang tampaknya sepakat tidak suka dibohongi oleh siapa pun, terlebih oleh sang buahhati. Karena tidak ingin dibohongi, ada jalanyang diambil oleh seorang ibu rumah tangga, Ami Nirwati (51). Ia yakin sekali bahwa dalamdiri setiap pelajar ada keinginan untuk sesekali membolos dari sekolah. "Itu dulu saya rasakan juga. Oleh karena itu, saya membuat Jatah bolos sebanyak dua kali dalam sebulan. Daripada saya dibohongi, mending dia bolos terang-terangan, "katanya, tentang trik yang diterapkan pada putra bungsunya, yang sekolah di salah satu SMA swasta daerah Bandung Utara kelas XI. Jalan yang terbaik agar remaja menjadi pribadi yang jujur dan bertanggungjawab atas perilakunya.
Menurut Ihsana, adalah dengan menciptakan kondisi yang membuat remaja merasa nyaman berbicara apa pun dengan orang tuanya, juga dalam masalah apa pun."Jika orangtua adalah sumber frustasi, anakakan merasa nyaman. Akan tetapi, orang tua juga harus menghargai privacy anak, jika anak tidak mau menceritakan seluruh masalahnya pada orang tua. Tidak bercerita bukan berarti berbohong, ia mungkin sedang mengatasi masalahnya sendiri. Yang penting, anak mengetahui bahwa orang tua selalu ada, kapanpun anak membutuhkan dan orang tua dapat diandalkan,"ujar Ihsana.
Menurut Ihsana, hal yang terpenting agaranak tidak suka berbohong adalah menanamkan pendidikan berperilaku jujur sejak kecil, "Anak belajar dari contoh. Maka orang tua juga harus memberi contoh tidak berbohong," ujar Ihsana. Banyak orang tua tanpa sengaja memberikan contoh berbohong. Hal sederhana, ketika ada pengemis datang ke rumah, ia meminta anak agar mengatakan pada pengemis bahwa orang tua tidak ada di rumah. Secara tidak sadar, orang tua mengajarkan kebohongan pada anak. "Berilah contoh pada anak bahwa sesulit apapun masalah, kita akan menghadapinya dan tidak akan berbohong dengan alasan apa pun. Contoh adalah teladan terbaik, katanya.
Batas toleransi.
Saat kebohongan itu terungkap, berbagai reaksi terjadi. Beberapa orang tua sekadar menegur, sebagian dapat memahami apa yang menjadi alasan anaknya berbohong, dan yang lain marah tak menentu.
Ny. Rosmayani  (47) misalnya, mengaku paham atas kebohongan yang dilakukan Patrisia (14) anaknya. “Selama ini saya masih menoleransinya, karena saya anggap kebohongannya masih dalam tahap wajar. Kepada saya, mengaku belum punya pacar. Padahal dari laporan keponakanya ia sudah berpacaran dengan teman basket, saya pikir itu wajar, karena dia malu telah merusak komitmen yang dibuatnya dengan saya bahwa tidak akan pacaran dulu sampai menuntaskan sekolah menengahnya, kata Rosmayani.  Banyak pula orang tua yang tak bisa menahan diri. Saat mengetahui kebohongan anaknya, mereka bereaksi berlebihan, mengamuk, bahkan memukul. Selain  efek jera, ini bisa juga menimbulkan efek sampingan, membuat anak semakin tidak nyaman berada di dekat orang tua. Dalam banyak kasus, beberapa anak bahkan melarikan diri dari rumah.
Menurut  ihsana jika kebohongan anak terbongkar, yang selayaknya orang tua lakukan adalah  mempertegas kepadanya bahwa apapun kebohongan yang disampaikan, orang tua akan tahu, sehigga sebaiknya anak tidak mengulanginya lagi.
Jelaskan kepada anak efek buruk  dari kebohongan yang dilakukan oleh anak, misalkan teman  tidak akan menyukainya jika tahu bahwa ia sering berbohong. Jika ini terjadi, ia bisa kehilangan teman.” Katanya.
Prisnsip reward (penghargaan) atau punishment (hukuman) atas kebohongan dan kejujuran anak bisa dilakukan. “prinsipnya tingkah laku baik harus direward anak bisa dilakukan. "Prinsipnya, tingkah laku baik harus direward , dan buruk harus punishment, tetapi punishment bukan berarti hukuman fisik. Menjelaskan efek buruk dari berbohong, dapat menjadi hukuman pada anak,”
Jika kebohongan anak juga menyerempet keluar rumah, misalnya berbohong pada teman-temannya, mintalah anak untuk meminta maaf kepada orang yang ia bohongi dan berjanji tidak mengulangi lagi. Ini untuk memberi efek jera kepadanya, karena orang lain mengetahui kebohong anak, sehingga anak tidak akan mau mengulangi karena khawatir dicap pembohong.
Namun, jika kebohongan itu sudah menyangkut ke arah kriminal, maka tindakan
lebih tegas harus segera dilakukan. Dalam hal ini Ihsana menyarankan kerja sama yang kuat antara orang tua dan pihak sekolah agar kegiatan anak dapat dipantau secara saksama.(Uci Anwar)***

Semoga Bermanfaat

Selasa, 19 Februari 2013

Sejarah CANDI Cangkuang & Makam Syekh Arif Muhammad Leles - Garut



Selamat pagi sobat Web semua, saya kebetulan dapet tugas dari Kepala UPT Dinas Pariwisata Kecamatan Leles untuk mengetik ulang Sejarah singkat Candi Cangkuang dengan alasan karena tulisan yang pertama terlalu kecil untuk kalangan orang tua yang sebagian penglihatannya sudah mulai tidak jelas, maka dari itu saya kerjakan sebagai rasa syukur dan kebanggaan kita untuk Karunia-Nya yang telah menciptakan satu keajaiban di Kabupaten Garut. 
Inilah sekelumit sejarah Candi Cangkuang juga sekitarnya ... semoga bermanfaat ..... amiiinn



A.   CANDI CANGKUANG
Salah satu obyek wisata yang ada candinya di Jawa Barat, hanya ada di Cangkuang. Maka untuk itu perlu di lestarikan, hal ini adalah sebagai penghasil devisa Negara.
Kalau kita tinjau dari nama Candi Cangkuang itu tersebut, perlu kita ketahui sejarah nama Candi Cangkuang itu sendiri, nama “Cangkuang” diambil dari nama pohon yang banyak tumbuh disekitar obyek wisata tersebut yang oleh masyarakat setempat namanya pohon cangkuang maka nama pohon tersebut dipakai nama Kampung dan Desa.
Tepatnya keberadaan obyek wisata dan sejarah itu adanya di Kampung Pulo Panjang Desa Cangkuang yang adanya di tengah-tengah danau Cangkuang, yaitu Pulo Panjang yang luasnya 10 Ha, sedangakan dengan danau keseluruhannya 25 Ha.
Candi Cangkuang ditemukan kembali pada tanggal 8 Desember 2012 oleh seorang ahli Purbakala Islam pada Lemabaga Purbakala, yaitu Drs. Uka Tjandrasasmita, beliau mengetahui adanya Candi Cangkuang tersebut setelah membaca sebuah buku karangan seorang Belanda pada tahun 1893 namanya Vooderman yang nama bukunya NOTULEN BATAVIACH GEENOOTSCHAP. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa ada dua peninggalan sejearah yaitu adanya Arca Shiwa Peninggalan Hindu dan Makam Arif Muhamad sebagai penyebar Agama Islam di cangkuang.
B.     PENELITIAN
Candi Cangkuang ditemukan kembali pada tanggal 8 Desember 1996 satu tahun kemudian diadakan penelitian yang dipelopori oleh Idji Hartaji (Alm), yaitu CV. Haruman. Setelah  diteliti oleh para ahli bukan saja ditemukan akan tetapi ditemukan pula pondasi Candi yang berukuran 4,50 cm, jadi pernyataan Vooderman itu bukan saja bekas menyimpulkan bahwa candi Cangkuang didirikan pada VII. Namun dalam pemugaran yang pertama dilaksanakan oleh CV. Haruman itu tidak tuntas sampai akhir.
     I.          MAKAM ARIF MUHAMMAD 
Seorang ahli purbakala Islam Drs. Uka Tjandra sasmita lebih lanjut mengadakan penelitian untuk membuktikan perkataan Vooderman itu, ditemukan pula makan Arif Muhamad dan perkampungan adat sebagai keturunan dari Arif Muhamad. Menurut cerita masyarakat kampung Pulo dahulu dalam penyebaran Agama Islam di Desa Cangkuang yang dipimpin oleh Arif Muhamad, beliau mempunyai 7 orang yang terdiri dari 6 putri dan 1 putra yang dilambangkan untuk perempuan pada rumah dan laki-laki pada mesjid. Mengenal keberadaan makam Arif Muhamad sebagai tokoh penyebar Agama Islam diperkuat oleh sebuah buku kuno yang ditulis Bahasa Arab Jawa Kawi, dimana buku tersebut berada di Karang Pawitan Kabupaten Garut. Dalam bukunya dikatakan pula bahwa Arif Muhamad betul-betul penyebar Agama Islam di daerah Cangkuang dan sekitarnya. Mengenai perjalanan Arif Muhamad sampai ke Desa Cangkuang dalam misinya untuk penyebaran Agama Islam, baiklah kita selusuri sejarahnya.
Arif Muhamad adalah seorang utusan Sultan Agung, beliau mendapat perintah untuk menyerang daerah Batavia yang pada saat itu diduduki oleh Belanda dan dipimpin oleh JP. Coen dalam penyerangan tersebut beliau mengalami kegagalam dan tidak kembali lagi ke Mataram melakinkan mencari daerah peristirahatan dan akhirnya sampailah beliau di Desa Cangkuang. Dalam penyebaran Agama Islam di Desa Cangkuang dan sekitarnya dipimpin oleh Arif Muhamad. Menurut para ahli diperkirakan abad XVII Masehi dibawah Panglima Besar Sultan Agung, yaitu Arif Muahamad dan sebelumnya di Desa Cangkuang ini telah terkembang Agama Hindu dan bukti adanya peninggalan sejarah yaitu sebuah Arca Shiwa.
  II.          RUMAH ADAT
Sebelah Barat dari Makan Arif Muhamad, terdapat kampung adat yaitu “Kampung Pulo”. Hal ini membuktikan adanya penyebaran Agama Islam di Desa Cangkuang. Rumah adat ini dari dahulu samapi sekarang tidak bertambah dan tidak berkurang. Masyarakat kampung Pulo ini semuanya adalah keturunan Arif Muhamad. Dalam penyebaran Agama Islam di Desa Cangkuang Arif Muhamad mempunyai keturunan 7 orang anak yang terdiri dari 6 perempuan dan 1 laki-laki sendangkan perempuan dilambangkan dengan rumah dan laki-laki dilambangkan dengan mesjid yang disebut Rumah Adat Kampung Pulo.
Ada hal lain pada masyarakat Kampung Pulo yang masih melekat sampai sekarang, yaitu mereka masih memgang teguh adat istiadat yang berlaku dari dahulu samaai sekarang yaitu terdapat 5 larangan adat istiadat yaitu sebagai berikut :
1.      Tidak boleh membuat rumah bnerbentuk Jure,Jelopong atau atas memanjang.
2.      Tidak boleh memukul Gong Besar
Dua larangan ini adalah suatu kejadian ketika Arif Muhamad akan menghitan anak laki-lakinya yang diusung di atas tenda berbentuk jure dengan dimeriahkan hiburan-hiburan yang diiringi musik Gong Besar, pada saat acara berlangsung datanglah angin topan, maka anak yang sedang diusung itu seketika terbawa angin topan dan meninggal dunia. Sejak kejadian itu Arif Muhamad memberi amanat untuk tidak membuat rumah berbentuk jure dan mengadakan hiburan yang diiringi dengan Gong Besar.
3.       Tidak boleh menambah dan mengurangi bentuk rumah dan kepala keluarganya yaitu 6 anak perempuan yang dilambangkan dengan rumah dan 1 anak laki-laki yang dilambangkan dengan mesjid.
4.       Tidak boleh berziarah ke Makam Arif Muhamad pada hari Rabu.
Maksudnya adalah dahulu dalam penyebaran Agama Islam pada hari Rabu, masyarakat Kampung Pulo tidak boleh melakukan pekerjaan yang lain kecuali mendalami Agama Islam.
5.      Tidak boleh memelihara binatang ternak berkaki empat yang besar seperti kerbau, kambing, sapi dan lainnya.
Maksudnya adalah masyarakat Kampung Pulo sejak dahulu sudah dinamakan dan ditanamkan polla hidup yang bersih dan masyarakat Kampung Pulo itu sebagian memiliki mata pencaharian bercocok tanam dan berladang.
III.          PROSES PEMUGARAN
A.    Candi Cangkuang ditemukan kembali pada tanggal 9 Desember 1966, dan diteliti pada tahun 1967 sampai tahun 1968, serta pemugarannya diserahkan kepada CV. Haruman yang dipimpin oleh Idjil Hartadi (Alm) tapi pemugaran yang pertama tidak tuntas sampai akhir.
B.     Pemugaran yang kedua dilakukan pada tahun 1974 - 1976 dilaksanakan oleh Proyek Pembinaan Depatermen P&K RI dalam pemugaran tersebut diadakan penggalian yang beradius 100 km dari pondasi Candi Cangkuang. Hal ini dilakukan untuk mencari batu-batu yang tersebar di sekitar lokasi tersebut. Akhirnya setelah batu-batu tersebut terkumpul batu yang asli dari candi tersebut hanya 40% saja tetapi dapat mewakili bangunan candi tersebut yang tingginya 8,6 m.
C.     Pemugaran dan renopasi komplek Rumah Adat Kampung Pulo yang terdiri dari 6 buah rumah dan 1 mesjid dapat baru direalisasikan 1 buah saja yang terbuat dari atap injuk.
D.    Musium untuk penyimpanan barang-barang bersejarah Candi Cangkuang dan peninggalan sejarah Islam terletak di sebelah Selatan terdapat Makam Syekh Arif Muhamad. Barang-barang yang terdapat dalam musium tersebut adalah Al-Qur’an, teks Khutbah Jum’at, buku Fiqih, Tauhid Syarita Islam dan Kumpulan Doa-doa. Semua ini ada dalam peninggalan Arif Muhamad yang terbuat dari kayu dan batu, juga terdapat batu Andesit untuk bahan campuran dan untuk perkakas rumah tangg, batu ini peninggalan Agama Hindu.

IV.          SARANA PERHUBUNGAN 
Untuk menuju obyek wisata Candi Cangkuang dapat ditempuh dengan sarana perhubungan antara lain kendaraan bermotor, dokar, rakti, ataupun dengan berjalan kaki. Pengunjung obyek wisata Candi Cangkuang dari Bandung harus menempuh arah Garut dan berhenti di Alun-alun Leles, jaraknya 4 km dari Alun-alun Leles, tempat lokasi dapat ditempuh dengan berbagai cara, antara lain :
a.       Membawa Kendaraan Pribadi
Bagi pengunjung yang membawa kendaraan dapat ditempuh dengan dua cara, yaitu membawa kendaraan tersebut sampai ke Desa Cangkuang dan berjalan kaki sejauh 1 km atau bagi pengunjung yang ingin menaiki fasilitas di obyek wisata Candi Cangkuang yaitu naik rakit, pengunjung harus menempuh jarak 3 km jalan beraspal menuju kampung Ciakar dan untuk menuju lokasi harus naik rakit 200 m.
b.      Pengguna Jasa Kendaraan Umum
Dari alun-alun Leles, pengunjung dapat menggunakan dokar/delman dan dengan petunjuk tukang delman Anda akan sampai tujuan.

Demikian sekilas sejarah Candi Cangkuang dan penyebaran Agama Islam di Desa Cangkuang serta fasilitas dapat Anda nikmati di obyek wisata Cangkuang
Penyusun,
AD. Rahmat BA.

Penulis 
S. Nurul Anwar

Senin, 18 Februari 2013




 Hujan yang Allah turunkan memiliki beberapa hikmah, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Wujud nyata dari rahmat Allah untuk seluruh makhluk
Allah Ta’ala berfirman,
وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ
Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (QS. Asy Syuura: 28). Yang dimaksudkan dengan rahmat di sini adalah hujan sebagaimana dikatakan oleh Maqotil.[1]
2. Rizki bagi seluruh makhluk
Allah Ta’ala berfirman,
وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ
Dan di langit terdapat rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.” (QS. Adz Dzariyat: 22). Yang dimaksud dengan rizki di sini adalah hujan sebagaimana pendapat Abu Sholih dari Ibnu ‘Abbas, Laits dari Mujahid dan mayoritas ulama pakar tafsir.[2]
Ath Thobari mengatakan, “Di langit itu diturunkannya hujan dan salju, di mana dengan sebab keduanya keluarlah berbagai rizki, kebutuhan, makanan dan selainnya dari dalam bumi.”[3]
3. Pertolongan untuk para wali Allah
Allah Ta’ala berfirman,
إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّن السَّمَاء مَاء لِّيُطَهِّرَكُم بِهِ وَيُذْهِبَ عَنكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَى قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الأَقْدَامَ
(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu).” (QS. Al Anfal: 11)
Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah mengatakan, “Hujan yang dimaksud di sini adalah hujan yang Allah turunkan dari langit ketika hari Badr dengan tujuan mensucikan orang-orang beriman untuk shalat mereka. Karena pada saati itu mereka dalam keadaan junub namun tidak ada air untuk mensucikan diri mereka. Ketika hujan turun, mereka pun bisa mandi dan bersuci dengannya. Setan ketika itu telah memberikan was-was pada mereka yang membuat mereka bersedih hati. Mereka dibuat sedih dengan mengatakan bahwa pagi itu mereka dalam keadaan junub dan tidak memiliki air. Maka Allah hilangkan was-was tadi dari hati mereka karena sebab diturunkannya hujan. Hati mereka pun semakin kuat. Turunnya hujan ini pun menguatkan langkah mereka. ... Inilah pertolongan Allah kepada Nabi-Nya dan wali-wali Allah. Dengan sebab ini, mereka semakin kuat menghadapi musuh-musuhnya.”[4]
4. Sebagai alat untuk bersuci hamba-hamba Allah
Dalilnya adalah sebagaimana disebutkan dalam point ke-3, Allah Ta’ala berfirman,
وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّن السَّمَاء مَاء لِّيُطَهِّرَكُم بِهِ
dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu” (QS. Al Anfal: 11). Imam Ats Tsa’labi mengatakan, “Air hujan ini bisa digunakan untuk menyucikan hadats dan junub.”[5]
5. Permisalan akan kekuasaan Allah menghidupkan kembali makhluk kelak pada hari kiamat
Hal ini dapat kita saksikan dalam beberapa ayat berikut ini.
وَاللّهُ أَنزَلَ مِنَ الْسَّمَاء مَاء فَأَحْيَا بِهِ الأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ
Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran). ” (QS. An Nahl: 65)
وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ حَتَّى إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالاً سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَأَنزَلْنَا بِهِ الْمَاء فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ كَذَلِكَ نُخْرِجُ الْموْتَى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.” (QS. Al A’rof: 57)
إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاء أَنزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاء فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالأَنْعَامُ حَتَّىَ إِذَا أَخَذَتِ الأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلاً أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَن لَّمْ تَغْنَ بِالأَمْسِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir.” (QS. Yunus: 24)
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنزَلَ اللّهُ مِنَ السَّمَاء مِن مَّاء فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخِّرِ بَيْنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ لآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. Al Baqarah: 164)
وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الْأَرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَى إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Dan di antara tanda-tanda-Nya (Ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fushshilat: 39)
وَأَحْيَيْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا كَذَلِكَ الْخُرُوجُ
Dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan.” (QS. Qaaf: 11)
6. Adzab atas para pelaku maksiat
Hal ini dapat kita lihat pada firman Allah Ta’ala tentang adzab pada kaum Nuh,
وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah," dan air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim ."” (QS. Hud: 44)
Allah Ta’ala juga menceritakan mengenai kaum ‘Aad,
فَلَمَّا رَأَوْهُ عَارِضًا مُسْتَقْبِلَ أَوْدِيَتِهِمْ قَالُوا هَذَا عَارِضٌ مُمْطِرُنَا بَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهِ رِيحٌ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمٌ (24) تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍ بِأَمْرِ رَبِّهَا فَأَصْبَحُوا لَا يُرَى إِلَّا مَسَاكِنُهُمْ كَذَلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ (25)
Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami". (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih, yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa.” (QS. Al Ahqaf: 24-25)
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,
وَكَانَ إِذَا رَأَى غَيْمًا أَوْ رِيحًا عُرِفَ فِى وَجْهِهِ . قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوُا الْغَيْمَ فَرِحُوا ، رَجَاءَ أَنْ يَكُونَ فِيهِ الْمَطَرُ ، وَأَرَاكَ إِذَا رَأَيْتَهُ عُرِفَ فِى وَجْهِكَ الْكَرَاهِيَةُ . فَقَالَ « يَا عَائِشَةُ مَا يُؤْمِنِّى أَنْ يَكُونَ فِيهِ عَذَابٌ عُذِّبَ قَوْمٌ بِالرِّيحِ ، وَقَدْ رَأَى قَوْمٌ الْعَذَابَ فَقَالُوا ( هَذَا عَارِضٌ مُمْطِرُنَا ) »
“Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat mendung atau angin, maka raut wajahnya pun berbeda.” ‘Aisyah berkata, “Wahai Rasululah, jika orang-orang melihat mendung, mereka akan begitu girang. Mereka mengharap-harap agar hujan segera turun. Namun berbeda halnya dengan engkau. Jika melihat mendung, terlihat wajahmu menunjukkan tanda tidak suka.” Beliau pun bersabda, “Wahai ‘Aisyah, apa yang bisa membuatku merasa aman? Siapa tahu ini adaah adzab. Dan pernah suatu kaum diberi adzab dengan datangnya angin (setelah itu). Kaum tersebut (yaitu kaum ‘Aad) ketika melihat adzab, mereka mengatakan, “Ini adalah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.”[6]
Sajian ini diambil dari buku penulis yang sebentar lagi akan diterbitkan Pustaka Muslim seputar masalah fikih hujan. Semoga Allah mudahkan penerbitannya.


[kutipan ]